"Apa yang yang kau cari dari ku?" tanya ku serius ke Rio
"entah lah, aku tak tahu, aku merasa nyaman dan ingin bersamamu" jawabnya
"hanya itu?tak ingin kah kau memilikiku?" tanyaku lagi
"pertanyaanmu mulai aneh, aku tak suka... aku ingin memilikimu tapi jodoh hanya Tuhan yang tahu" jawabnya dengan muka gak enak
Pemikiran ini yang slalu mebuat kita slalu bertengkar, terkadang mengalihkan topik pembicaraan untuk sekedar melupakan masalah hubungan ini akan dibawa kemana, dan terkadang lebih memilih bertengkar untuk sekedarberadu argumen soal status atau pernikahan.
Lelah sudah otak ini mencerna setiap penjelasannya, penalarannya terlalu simple, dan aku gak suka akan itu. Ikhlas??? ya kata-kata itu yang slalu dia ucapkan "kalo gak jodoh, ya kudu ikhlas"
seperti tak ada niat untuk serius-i hubungan ini.
"Aku perempuan dan aku butuh kejelasan antara kita" bentakku
"Apa lagi, aku sudah sering meyakinkanmu tapi apa? kau sendiri yang membuat suasana jadi rumit seperti ini, cukup pemikiranmu yang buntu itu... selalu saja negative thinking" bantahnya tak mau kalah
"teruss"
"pikir sendiri, aku bosan dan aku benci dengan semua kelakuanmu yang seperti anak-anak ini, lebih baik aku pulang saja"
Rio mulai beranjak dari tempat duduknya.
"tunggu, sebentar saja...aku mohon...oke aku yang salah slalu nuntut ini itu ke kamu, perjalanan cinta kita gak gampang, banyak banget godaan, mulai cewek-cewek yang PDKT ma kamu, sampe anggota keluarga yang gak suka satu sama lain, aku cuma takut... dan sangat takut" dengan suara lirih aku melanjutkan kata-kataku
"aku takut dengan kecemasanku sendiri, dengan pemikiranku sendiri, dan kata-katamu hanya mampu menenangkanku sesaat saja. aku gak tahu gimana caramu mengikhlaskan semuanya apabila ini memang berakhir ditengah jalan, tapi aku bodoh... aku tak tahu caranya aku belum siap dan mungkin gak akan siap dengan keadaan itu"
"hmmm" Rio mulai menatapku...
"kalo kamu memang ingin masalah ini selesai, ya oke lupain aja semua yang aku bilang tadi, semua cuma uneg-uneg semata. aku cuma ingin kamu inget satu hal.. aku akan slalu ada buat kamu, masih dan akan slalu menunggu kamu, aku ingin cerita ini happy ending"
kutundukkan kepala, tak ingin ada sesuatu yang jatuh dan mengalir dipipiku. Rio melangkah perlahan dan berhenti didepanku, mengulurkan tangannya memaksaku tuk menatapnya.
"Ini bukan janji, tapi aku ingin suatu hari nanti aku akan berdiri dihadapanmu bukan tuk meninggalkanmu tapi tuk menjemputmu menjadi istriku, please trust me" kalimat panjangnya disambut dengan pelukan hangat ditubuhku.
"aku ini pria, tak pandai berkata, aku tak ingin berjanji jika nanti janji itu menyakiti hatimu. Gak muluk-muluk aku hanya ingin mencintaimu hari ini, dan ingatlah hanya kamu satu-nya my lady"
Aku terdiam, dingin rasanya hati ini. mungkin ini yang dimaksud ikhlas, siap menerima apapun kenyataan yang akan terjadi esok hari, yang terpenting hari ini aku mencintaimu dengan tulus tak mengharap apapun yang kau punya.
Tengkyu Rio kau mengajarkan banyak hal tentang kehidupn untukku dan untuk kita
Surabaya, 11 February 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar