Senin, 12 November 2012

Bukan Jodoh


Perasaan apa ini, rasanya tak ada lagi oksigen yang bisa kuhirup, begitu sesak saat mendengar dia akan menikahi perempuan lain, teman semasa SMA-nya. Selama ini yang aku tahu dia adalah pria yang jujur dan tanggung jawab, tak pernah ada niat berselingkuh dibelakangku bahkan aku lah perempuan pertama yang diperkenalkan dikeluarganya.
"Dek, mungkin ini ending dari segala perjalanan kisah kita" bisik dia yang sedari tadi duduk disebelahku.
"Kalau memang garisnya seperti ini, ya harus bagaimana lagi?" jawabku lesu
Kusembunyikan wajahku dan beberapa bulir air mulai menetes dari mataku, ku mulai bergeser duduk tuk menjauhi dia.
"Sungguh sulit Dek buat jelasin semuanya, ini bukan kemauanku" kata dia mencoba menenangkanku.
"Hmm, sudah kepalang basah. Lakukan jika itu memang baik buatmu Bang, aku yakin Tuhan punya rencana lain untuk kita"
"Aku gak ada perasaan dengan dia, aku gak menyukainya, keluarganya yang melamarku" jelasnya
"Sudah jangan diteruskan, bukannya aku egois tapi aku mohon stop untuk menceritakannya. Aku terima dan aku yakin seiring berjalannya waktu aku pasti bisa ikhlas terima semua ini" paparku masih tanpa memandangnya
Ketakutan mendengarkan ceritanya ini benar-benar menguras emosi yang bergejolak sedari tadi, aku takut aku marah, aku nangis, aku stress. Tanganku yang sedari tadi mengepal seakan mengumpulkan energi negatif dari setiap sisi tubuhku sekarang mulai lemah seiring semakin lancarnya air mata ini mengalir.
"Kau, nangis?" tanya nya
Sepertinya dia memperhatikan aku, dia tahu aku rapuh, bahkan jatuh, merasakan begitu sakitnya setelah 2th jalani semuanya, suka duka bersama, tahu kekurangan dan kelebihan masing-masing, menjadi seseorang yang berharga di hati dan dalam sekejab menjadi barang usang yang siap tuk dibuang.
"Aku baik-baik saja, sebaiknya kau pulang sekarang Bang" jawabku dan menyuruhnya segera pulang dari rumah singgah-nya disetiap hari minggu.
Suasana hening beberapa saat, Kulihat dia beranjak berdiri didepan ku dan menatapku. Diulurkan tangannya ke arahku, perlahan kuraih tangannya dan dia menarikku kencang sekali ke badannya membuat aku jatuh di pelukannya. Tangannya merangkulku erat begitu erat bahkan dia tak mau melepaskannya.
"Cukup, aku sesak tak bisa bernafas" pintaku
"Diam, seperti inilah ikatan kita bahkan lebih Adek. Begitu erat tak akan terlepaskan" katanya dengan nada agak tinggi
"Sudah berbeda Bang, kita tak bisa seperti ini. Kau sudah punya orang lain"  kucoba lepaskan pelukannya.
Perlahan dilepaskan pelukannya, terdiam dihadapanku, menatapku dalam-dalam. Bisa kubaca begitu lelah hatinya dari raut mukanya. Lidahku kelu susah sekali tuk ucapkan 1kata didepannya.
"Pulanglah, aku bisa sendiri tuk menguatkan hatiku" kataku
"Oh" jawabnya
"Jangan pernah benci aku ya Bang, buat terakhir kalinya aku minta kau tersenyum" pintaku
Tak kurun waktu lama bibirnya mengulas senyum dan memberi 1kecupan tepat dikeningku. Aku tak bergerak, mematung sepertinya denyut nadiku berhenti sesaat, aku berharap setelah kejadian ini aku menderita Amnesia kronis hingga dengan mudah aku melupakan semua.
"Aku pulang" pamitnya
"hati hati ya" kata ku, sedikit senyum tersungging dibibirku
2minggu berlalu setelah kejadian itu, kubuka situs jejaring sosialku di deretan paling atas Beranda-ku Rio menuliskan status "Aku disini bahagia dan ku harap kau juga #Adek idung kecil# ". Aku bergumam "Love u Bang" tanpa sadar bibirku mengembang membentuk sebuah senyum bahagia,
 
Surabaya, 22.10.2012
 
 

Selasa, 02 Oktober 2012

Love u mom :*

Add caption

Pyar...pyaarr... Terdengar suara piring pecah dari arah dapur.
Ini yang kedua kalinya kegaduhan dirumah ini dibuat oleh kedua orangtuaku. Aku menyudutkan diri dipojok kamar, tak tahu kenapa setiap aku mendengar suara bentakan sosok lelaki yang telah membesarkanku selama  + 21th dengan uangnya itu membuat badan ini lemah, gigi ini gemeretak, dan mata ini tak pernah bisa kupaksakan tuk tak mengeluarkan zat cair.
"Berulah lagi" pikirku
Kuraih ponselku dan kukirim pesan tuk Rio " (T.T) "
Aku hanya ingin dia tahu aku butuh dia, tapi tak ada jawaban sama sekali.
Setelah tak kudengar adu mulut antara mereka kuberanikan diri tuk turun dari kasur dan mulai melangkah. Perlahan kubuka pintu dan mulai mencari keberadaan ibu, kulihat setiap sudut ruangan berharap wanita yang sungguh berharga dalam hidupku berada disana.
"Bu"  ku pegang pundaknya
"Ibu tak apa sayang" meyakinkanku
Beranjak duduk disampingnya dan ku usap air mata yang masih menetes dimatanya "Aku tahu begitu sakit, tapi perlahan kita pasti bisa bangkit ibu, tanpa dia sekalipun"
Ibu diam tak berkata apa apa,
"Aku sayang dan masih menghormatinya sebagai seorang pemimpin dirumah ini tapi, acapkali dia menyakiti ibu, dengan kesenangannya itu, siapa yang sanggup? Ingat bu, aku juga perempuan aku tahu perasaanmu"
Kulihat ibu masih membisu
"Aku akan berusaha tuk mencukupi kebutuhan kita, aku akan berusaha buat sekolahin Dede dan itu tanpa dia! biarkan dia hidup dengan semua kesenangannya, perempuan-perempuannya diluar sana, aku yakin Allah tak pernah tidur dan aku yakin Allah menjaga dan memeluk hambanya yang sabar"
Beberapa bulir airmata keluar dari kelopak mata ibu
"Tolong jangan menangis lagi, aku sayang kau bu"  kupeluk erat ibu berharap pelukan ini sedikit menenangkan hatinya
"Ibu yang salah kenapa harus memulai pertengkaran ini, harusnya ibu tak  menasehatinya, tak melarang apapun yang dia ingin lakukan"  
"STOP! Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri"
Aku berpikir apa semua makhluk "laki-laki" diciptakan dengan ke-egois-an yang tinggi sehingga tak pernah ingin terlihat salah didepan seorang "Wanita". Semakin aku berpikir kenapa dan apa tentang semuanya, dadaku terasa sesak, tak ingin lagi ku keluarkan airmata cuma karna kelakuan yang jauh dari kata "bermoral".
"Kalau kau sayang ibumu ini, jangan buat keributan dengan dia nak, cukup ibu yang dia benci. Jangan pernah ikut campur nanti dikiranya ibu yang mengajari kau melawan orangtua"
"21th itu sudah bukan anak kecil bukan? Aku tahu mana yang benar dan mana yang salah, aku tahu mana yang harus aku bela dan mana yang tidak, aku tak ingin apa-apa, aku cuma ingin dia pergi dari sini, tinggalkan kita sendiri, hidup sendiri, membiarkan dia dengan apapun maksiat yang dia perbuat, ikhlaskan dia menikah lagi ibu" Suaraku terdengar semakin tenggelam dan parau
Ibu menatapku, aku tertunduk menyembunyikan wajahku yang mengalami perubahan psikis.
"Ada apa ini" Suara Dede mengagetkan kami berdua
Sontak kita berdua menyembunyikan suasana ini dan berpura-pura tak ada apa-apa, Dede berdiri didepan kami menatap ku dan ibu secara bergantian.
"Apa liat-liat, duduk sini" kukeraskan nada bicaraku berharap suara parauku tersamarkan.
Dede mengambil posisi duduk diantara kami berdua.
"Belajar yang rajin ya Nak, biar besok bisa bantu dan gak bodoh seperti ibumu ini" kata ibu
"Lho" Dede bingung
"Sudah dengerin saja kalo ada orang tua bicara" sahutku
"iya ibu"
"Dengar, kau harus bisa jadi orang yang berguna bisa bantu orangtuamu dan orang disekitarmu, jaga harga dirimu sebagai perempuan, syukuri apa yang sudah kamu miliki dan manfaatkan semua itu" nasehatku
"Tak pernah luput doa dari mulut ini, kebahagian dari semua anak-anaknya"
"Aku sayang ibu" kupeluk ibu
"Aku juga" Dede pun mengikutiku memeluk ibu
Kupejamkan mata sejenak tuk berdoa "Ya Robb, tampar kami dengan sangat keras jikalau kami menyalahi aturanmu, peluk kami ya Robb agar hati kami slalu tenang, jaga kami agar slalu seperti ini saling menyayangi tanpa ada rasa kurang, bimbing kami dengan kasih sayangmu dan mohon beri kami beribu sabar menghadapi semua cobaan yang kau berikan, Amiin"
Kuusapkan keduatanganku kearah muka tanda selesai doaku, langsung kupeluk ibu dan Dede dengan sangat erat, pelukan ini bentuk kekuatan hati kami tuk menghadapi hidup.

To be Continue
 Surabaya, 02 Oktober 2012

Selasa, 21 Agustus 2012

Tampar aku Tuhan

Tuhan, Tampar aku sekeras mungkin supaya aku tahu kenyataan ini tak seindah imajinasikuTuhan,Tampar aku sekeras mungkin supaya aku tahu siapa dia sebenarnyaLelah sudah,sejauh kaki ini melangkah menyusuri jalan mencoba bertahan bahkan melewati semua rintangan tapi gerbang keindahan itu masih belum tampak jugaRasa itu,seiring temaramnya cahaya rasa itupun melebur dan perlahan pergi tapi, sejauh ini masih ada setitik cahaya yang masih muncul tuk bangkitkan semangatkuTuhan,Tampar aku dengan sangat keras supaya aku lebih bisa bangkit, terus berlari mengejar asa dan cita cita digerbang keindahan itu. Jauhkan rasa takut, bimbang dariku.Yakinkan hati ini Tuhan, tetap memilih diaJaga hati ini Tuhan agar slalu ada namanyaKuatkan hati ini Tuhan supaya tetap mampu melangkah, melewati semuanyaIkhlaskan hati ini Tuhan agar bisa menerima apapun takdir yang Kau berikan


Surabaya, 22 Agustus 2012



Kamis, 02 Agustus 2012

Dilema




















Beri keyakinan baru Tuhan untuk menghadapi semua ini, satu per satu orang disekitarku mulai menjauh, bahkan dia. Aku tahu dan sadar aku ini lemah tapi biarkan aku berdiri dan mencoba jalani semua ini. Aku ingin buktikan kalau aku kuat Tuhan. aku bisa menghadapi cobaan dariMu.
Kalau memang akhirnya dia tak sayang lagi, aku akan mencoba tuk ikhlas, tapi bukan berarti aku tak mengharapkannya Tuhan. Disaat hubungan kita baik baik saja seseorang dimasa lalu kembali dan membuka ulang kenangan kenangan indah bersamanya. Keraguan mulai meracuni hati dan pikiranku, jujur aku tak sanggup jika melepas keduanya.Mereka pria yang benar benar aku sayang. Mengajarkanku kebahagian dan kesedihan.
Aku malu jika terus menangis Tuhan, dulu aku tak pernah meneteskan air mata sedikitpun, kenapa sekarang sering sekali air ini mengalir melewati tulang pipiku?
Beribu pertanyaan aku lontarkan di diriku sendiri, menerka nerka Apakah si A ato si B yang benar benar suka dan serius jalani ini semua dengan aku.?
Semakin aku mencari jawaban justru aku semakin jauh dari mereka Tuhan. Please beri hamba petunjukmu. Mereka baik, bahkan terlalu baik buat aku Tuhan.
Apa salah hamba menangisi ini semua Tuhan???hamba benar benar rapuh, tak ada 1pun yang menguatkan hamba sekarang. Hanya Kau yang hamba punya sekarang.
Apa hamba salah jika menjalani apa adanya saja, entah mana yang jodoh hamba. Hamba tak mau memaksa karena jodoh memang sudah ada di tanganMu Tuhan.
Ikhlas ya Ikhlas mungkin itu kata yang tepat untuk menjali tiap langkah di jalanmu, Kau tak memberi apa yang hamba minta tapi Kau memberi apa yang hamba butuhkan.
Thank's Allah

Surabaya, 02.08.2012

Sabtu, 07 Juli 2012

First Time















Mungkin ini awal dari sebuah hubungan serius "Insya allah" aku dan si Dia. Awal diajak kerumah kakaknya, ehm meskipun bukan bertemu calon mertua tapi cukup buat dag dig dug juga. Seneng tapi rasa ragu tetep menyelimutiku, apa yakin aku ini satu satunya di hidupnya??? aneh kenapa aku gak pernah punya percaya 100% buat dia ya???
Ya Robb tunjukkan yang terbaik buat kami, hubungan kami, lancarkan semua dan kokohkan cinta kami. Amiin....
Rasa bertemu mba-nya lebih nervous dibanding interview ngelamar kerja. ditanya aneh-aneh  ehmm semoga ajah mereka suka akan kehadiranku dan semoga mereka merestui hubungan kami. mulai dari nama, kerja, sodara, alamat rumah dll....
Ehmm semakin panjang hubungan ini semakin terasa rumit, awalnya orangtuaku suka sekarang koq jadi agak ilfeel, aku takut... aku takut mereka gak merestui, aku terlalu cinta dia...


Dia bisa buat aku menjadi dewasa, manja, lebih menikmati hidup. terlalu sayang dia, masih tak rela tuk melepaskannya...
Love u :* Abi


Surabaya, 07 Juli 2012
First Time :*

Jumat, 22 Juni 2012

Surat tuk Tuhan


        Tuhan mohon berikan hambamu jiwa yang besar hingga bisa menerima semuanya, hamba yakin dibalik ini semua ada keindahan yang akan kau berikan. Mungkin dia memang bukan jodoh hamba dan kau sudah tunjukkan itu. Hamba tak ingin memaksamu Tuhan untuk menjodohkan hamba dengan Dia, Hamba mohon tuk berikan Dia Jodoh yang lebih baik dari hamba dan begitupun sebaliknya berikan hamba jodoh yang lebih baik darinya.

            Didalam setiap sujudku ku sisipkan namanya, berdoa tuk kebaikan dirinya, harapan tuk dirinya. Hamba tak menyesal telah melakukan itu semua karena dia pernah menjadikan hamba seseorang yang terindah untuk dirinya meskipun tak untuk selamanya. Maafkan hamba yang telah mencintainya ya Tuhan, ampuni hamba jika cinta hamba kepada dia telah melalaikan cinta hamba kepada-Mu.

           Sekarang, hamba telah merasakannya Tuhan, sakitnya Kau sentil dengan membawanya pergi dari kehidupan hamba. tuntun hamba ke jalanmu lagi Tuhan, hamba berharap Kau tak bosan memberikan hamba teguran dan kenikmatan tuk hamba setiap harinya. Karena hamba yakin Kau slalu bersama hambamu yang beriman.
          
           Doaku hari ini, Lindungi aku dan keluargaku dari semua yang yang Kau larang Tuhan. Tuntun kami agar slalu berada di jalan-Mu. dan Terima kasih tuk semua yang Kau beri tuk hari kemarin, hari ini  bahkan yang akan datang.

                                                                                                                      Amiiin ya Robb
                                                                                                                      

22 April 2012
Broken Heart